Rabu, 07 Maret 2012

CIDR

Classless Inter - Domain Routing (CIDR)
Classless Inter - Domain Routing (CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat - alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E disebut juga supernetting mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP yang tidak digunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung , sebuah jumlah yang sangat besar.Dalam kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang memiliki jurnal host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan kosong di dalam ruang alamat IP yang telah disediakan.
CIDR dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat - alamat IP yang tidak terpakai tersebut untuk digunakan dimana saja. Dengan cara yang sama, kelas C yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat menggunakan hingga 32.776 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B
.
Pada hakekatnya semua pernyataan tentang subnetting akan berkisar di empat permasalahan yaitu jumalah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, dan alamat host-broadcast. Tidak semua subnet mask bisa digunakan untuk melakukan subnetting. oleh sebab itu sebelum kita praktek penghitungan metode ini, kita harus tahu dulu subnet mask berapa sajakah yang bisa digunakan untuk melakukan subneting. subnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda - beda mengikuti kelas - kelasnya yaitu :

kelas C : /25 sampai /30 (/25, /26, /27 /28, /29 , /30)
kelas B : /17 sampai /30 (/17,/18,/19, 20,/21,/22,/23,/24,/25,/26,/27,/28,/29 ,/30)
kelas A : /8 sampai /30 (/8, /9, /10, /11, /12, /13, /14, /15, /16, /17, /18, /19,/20, /21, /22, /23, /24, /25, /26, /27, /28, /29 ,/30)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar